Sabtu, 14 Januari 2012

Menggunakan Obat Tunggal atau Kombinasi?

Dengan semakin banyaknya penyelidikan tentang obat maka semakin banyak pula obat ditemukan. Pilihan obat menjadi semakin banyak sehingga semakin terbuka kemungkinan untuk memilih lebih dari satu obat. Sampai timbul suatu prinsip yang tidak lagi dipikirkan kebenarannya : Kalau suatu obat kurang efektif maka dua obat tentu lebik baik dan tiga obat tentu lebih baik lagi.
Dari sudut pasien maka seringkali pasien diserang lebih dari satu macam penyakit. Ditambah lagi keinginan pasien adalah sembuh selekas mungkin. Jika proses sembuh lama maka dokter yang dianggap kurang pintar sehinga ia pindah ke dokter lain. Ternyata dokter yang berikutnya akan dipaksa atau terpaksa menggunakan lebih banyak obat.
Dari sudut pandang dokter, seringkali dokter kurang mempunyai waktu yang cukup untuk memeriksa pasien lebih teliti dan memikirkannya kembali. Seringkali dalam praktek, diagnosis sulit atau belum ditegaskan. Fasilitas penunjang medis seperti laboratorium atau radiologi lebih sulit didapatkan. Jadi karena jenis kuman dan kekuatannya tidak diketahui maka pasien dibom dengan obat.

Selasa, 03 Januari 2012

10 Prinsip Pemilihan Obat

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Sebenarnya dalam memilih obat ada banyak pertimbangan yang dapat dipikirkan. Akan tetapi cukup relevan bila kita menggunakan sepuluh prinsip pemilihan obat seperti berikut ini:
  1. Pertimbangkanlah manfaat-resikonya. Beberapa faktor yang menentukan adalah kebutuhan, efektifitas, efek samping dan biaya.
  2. Gunakanlah pertama: obat yang paling "established".  Yang dimaksud dengan obat yang "established" adalah obat yang terpilih untuk indikasi tertentu, yang telah mengalami uji klinis yang meyakinkan untuk indikasi tertentu. Kadang-kadang obat yang dulunya "established" sekarang tidak lagi, misalnya karena ditemukan obat yang lebih baik.
  3. Gunakanlah obat yang anda ketahui paling baik.
  4. Sesuaikanlah dengan kebutuhan individual.
  5. Sesuaikanlah dosis secara individual
  6. Gunakanlah dosis efektif terkecil
  7. Pilihlah cara pemberian yang paling aman
  8. Jangan memilih obat baru karena barunya
  9. Janganlah ketinggalan mempergunakan obat baru yang baik
  10. Nilailah kembali data promosi obat

Yang harus diingat, seorang dokter perlu mempunyai pegangan yang rasional dalam melakukan pemilihan obat.

Senin, 02 Januari 2012

Tentang Konsep Sehat

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ 
Mungkin saat dokter memeriksa seseorang lalu dokter mengatakan bahwa orang tersebut dalam keadaan sehat, lalu apa yang dokter maksudkan dengan keadaan sehat itu?
Tentunya dokter bermaksud bahwa tubuh orang tersebut masih berfungsi secara normal, atau dengan kata lain dokter tidak melihat adanya tanda-tanda penyakit dengan ciri terlihat bahwa organ-organ berfungsi dalam batas-batas normal yang nampak dalam denyut nadi, suhu, tekanan darah dan sebagainya.
Selain berdasarkan atas kriteria tersebut di atas, dokter juga akan menggunakan pertimbangannya dalam hal-hal yang tidak ada ukurannya, misal sikap yang tegap, muka yang bersinar dan sebagainya.
Sehat adalah suatu keadaan yang relatif, seperti yang disebutkan Perkins:
 Health is a state of relative equilibriums of body form and function which result from its succesfull dynamic adjustment to forces tending to disturb it. It is not a pasive interplay between the body substance abd forces impinging on it, but an active respons of body forces working toward reajustment.
Konsep sehat menurut WHO amatlah luas dan abstrak yang mengandung tiga unsur, fisik, mental dan sosial, seperti berikut :
a state of complete physical, mental, and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity.

Minggu, 01 Januari 2012

Ngudi Saras

 بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Sekedar catatan tentang beberapa pengetahuan yang akan lebih indah jika digunakan untuk berbagi bersama Anda.