Senin, 16 Januari 2012

Hipertensi - Tekanan Darah Tinggi

Definisi yang tepat mengenai hipertensi masih merupakan persoalan. Inti persoalannya adalah mengenai titik normal dari tekanan darah. Batas 140/90 mmHg jelas masih merupakan tanda tanya. Misal seorang laki-laki berumur 20 tahun dengan tekanan darah 135/85 mmHg sebaiknya harus dianggap sebagai hipertensi, sedangkan seorang berumur 70 tahun asimptomatik dengan tekanan darah 160/95 mmHg mungkin tak perlu diperiksa lebih jauh.
Terhadap penderita hipertensi bukanlah hanya persoalan memberikan resep saja pada penderita, akan tetapi memilih obat yang tepat dengan memikirkan efek samping, komplikasi yang telah terjadi dan menyingkirkan kontraindikasi memerlukan strategi pengobata yang teliti. Respon penderita terhadap obat-obat antihipertensi bersifat individual.
Hipertensi dapat dibagi dalam kategori:
  1. Mild hypertension               : tekanan diastol        90-110 mmHg
  2. Moderate hypertension       : tekanan diastol        110-130 mmHg
  3. Severe hypertension            : tekanan diastol lebih dari 130 mmHg
Tujuan pengaobatan  hipertensi yaitu,
  1. Menurunkan tekanan darah sampai normal atau mendekati normal, tanpa mengganggu aktifitas keseharian. Dengan demikian dapat menurunkan komplikasi dan menurunkan morbiditas dan mortalitas.
  2. Prevensi terhadap peninggian tekanan darah dan "heart rate" secara akut selama "exercise" dan "stess".
Umumnya sebagian besar penderita hipertensi dapat diberikan terapi dengan obat jalan, kecuali pada keadaan-keadaan tertentu, seperti:
  • penderita yang tekanan darahnya sukar terkontrol;
  • penderita yang mengalami komplikasi dan memerlukan tindakan segera sperti "hypertensive encephalopathy", hipertensi maligna dan lain-lain;
  • untuk keperluan evaluasi
Hipertensi dengan komplikasi selalu memerlukan obat-obat antihipertensi, sedangkan hipertensi tanpa komplikasi dilakukan terapi sedini mungkin sehingga diharapkan komplikasi ateroskelrosis dapat dicegah.

Pada orang tua proses sklerosis menyebabkan terjadinya hipertensi sistolik. Pada umumnya tidak diberikan terapi bila tidak menunjukkan adanya insufisiensi jantung atau otak. Respon terhadap terapi umumnya kurang baik.

0 komentar:

Posting Komentar