Kamis, 19 Januari 2012

Kiat Menyampaikan Informasi dalam Komunikasi Efektif Dokter-Pasien

Komunikasi yang dibahas di sini adalah komunikasi yang terjadi antara dokter dan pasien di ruang praktik perorangan, poliklinik, rumah sakit, puskesmas dalam rangka menyelesaikan masalah kesehatan pasien yang bukan dalam keadaan gawat darurat (emergency).
• Tanyakan, apakah ada yang dikhawatirkannya.
• Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, sesuai tingkat pemahamannya (usia, latar belakang pendidikan, sosial budaya)
• Tidak dianjurkan memakai bahasa atau menggunakan istilah kedokteran. Kalaupun harus menggunakannya, beri penjelasan dan padanan katanya (kalau memang ada).
• Tidak perlu tergesa-gesa dan sekaligus, pemberian informasi bisa dilakukan secara bertahap.
• Jika menyampaikan berita buruk, gunakan kata atau kalimat persiapan atau pendahuluan, misalnya, “Boleh saya minta waktu untuk menyampaikan sesuatu?” untuk melihat apakah dia (yang diajak berkomunikasi) siap mendengar berita tersebut.
• Hindari memakai kata-kata yang bersifat mengancam, seperti “Kalau tidak melakukan anjuran saya, kalau ada apa-apa jangan datang ke saya”.
• Gunakan kata atau kalimat yang menimbulkan semangat atau meyakinkannya.
• Ulangi pesan yang penting.
• Pastikan pasien/keluarga mengerti apa yang disampaikan.
• Menanggapi reaksi psikologis yang ada, terlihat dari ucapan atau sikap dan dengan empati. ”Saya dapat mengerti jika ibu khawatir”.
• Menyimpulkan apa yang telah disampaikan.
• Beri kesempatan pasien/keluarga untuk bertanya, jangan memonopoli pembicaraan.
• Berikan nomor telpon yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu diperlukan.

0 komentar:

Posting Komentar